Latar Belakang BaliHealingOil78

Latar Belakang

Berawal Saat Saya Sisca Harry mengandung anak pertama kami, Saya merasakan Minyak Kutus Kutus membantu saya mengatasi rasa mual kehamilan.

Setelah anak kami lahir kami merasakan anak kami lebih jarang sakit terjaga kesehatannya dan sewaktu memakai kutus kutus tidur malamnya lebih nyenyak dan jarang terbangun saat malam hari.

Setelah menggunakan minyak kutus kutus bagi keluarga kami dalam waktu yang cukup lama dan merasakan sendiri khasiatnya, kami memberanikan diri menawarkan Kutus Kutus kepada teman-teman dan rekan-rekan kami.

Walau latar belakang kami sendiri sangat jauh dari dunia herbal, namun kami belajar banyak dari hari ke hari.

owner balihealingoil 78 (Sisca Harry) bersama peracik kutus kutus Bapak Servasius Pranoto.
Pengambilan Sumpah Dan Pelantikan Notaris Kerawang Jawa Barat

Saya Berkerja sebagai Notaris berkedudukan di Kabupaten Kerawang dan Suami pebisnis kuliner membuat kami sedikit ragu pada awalnya.

Namun khasiat Kutus Kutus semakin menyakinkan kami ketika banyak orang yang kami kenalkan dengan minyak ini merasa lebih sehat dan nyaman terutama bagi ibu2 muda dan bagi yang mempunyai anak balita sama seperti kami.

Sertifikat Halal Minyak Kutus Kutus
Sertifikasi BPOM Minyak Kutus Kutus

Kami semakin termotivasi untuk memperkenalkan Kutus Kutus kepada khalayak ramai dengan tujuan pertama untuk membantu dan menjaga kesehatan keluarga.

Tidak menyangka pada bulan pertama bergabung kami berhasil menjual 600 botol mulai dari bantuan facebook instagram dan kawan kawan dekat kami, dan terus berkembang pesat hingga ribuan botol saat ini dengan reseller yang tersebar di seluruh pulau pulau Indonesia.

Pada Tahun 2019 iniĀ  dengan bantuan agen dan seluruh reseller yang bergabung bersama team kami “KISS” kutus kutus indonesia sehat sejahtera, kami telah mendistribusikan sekitar 15.000 botol setiap bulannya ke seluruh pelosok indonesia.

Facebook BaliHealingOil78
Instagram BaliHealingOil78
Open chat
Halo, ada yang bisa saya bantu? ( Jam 8 Malam s/d 8 Pagi Slow Respon)